Didirikan oleh Andi Asdar Abuhaerah, M.M pada tahun 2015, Andalusia Islamic School hadir dari semangat untuk membangun generasi yang unggul dalam ilmu, karakter, dan iman. Berawal dari sebuah bimbingan belajar, semangat mencerdaskan anak bangsa berkembang menjadi lahirnya sekolah formal pertama kami yang berdiri di Jl. Daeng Tata Perumahan PWI, Parangtambung, Makassar, dimulai dari jenjang TK/Paud.
Dengan tagline “Islamic School of Leaders”, kami berkomitmen untuk mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh dalam nilai-nilai Islam dan karakter kepemimpinan.
Founder Andalusia Islamic School
Dengan tagline Islamic School of Leadership, Andalusia Islamic School berkomitmen membangun generasi pemimpin yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, dan kuat dalam nilai-nilai Islam. Kami menghadirkan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan manajemen sekolah yang teratur, profesional, dan terukur, mulai dari perencanaan kurikulum, pembinaan karakter, hingga evaluasi berkelanjutan. Didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten serta lingkungan belajar yang kondusif, kami berupaya memastikan setiap peserta didik mendapatkan pendidikan berkualitas yang membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan untuk masa depan.
Direktur Andalusia Islamic School
Setiap jenjang didesain untuk membentuk karakter Islami sejak dini, mengembangkan kecerdasan akademik, dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang kuat. Andalusia Islamic School menyelenggarakan pendidikan terpadu dari jenjang:
Kini, Andalusia Islamic School telah berkembang dengan 6 cabang yang tersebar di wilayah Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan:
Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai konsep kerjasama, skema investasi, proyeksi keuntungan, serta sistem pengelolaan, Anda dapat melihat proposal lengkap berikut.
“Kami percaya bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi banyak pihak yang memiliki visi yang sama.
Jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari pengembangan Sekolah Islam Andalusia, kami sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut.”